Jumbotron-image

PUBLISHED

03/12/2024

BAGIKAN

Prototipe Kursi Roda "Smart Mecanum Chairwheels" untuk Mahasiswa Penyandang Cerebral Palsy

Inovasi Baru: Prototipe Kursi Roda "Smart Mecanum Chairwheels" untuk Mahasiswa Penyandang Cerebral Palsy

Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) telah berhasil mengembangkan prototipe kursi roda inovatif bernama "Smart Mecanum Chairwheels." Prototipe ini dirancang khusus untuk membantu optimalisasi mobilitas mahasiswa penyandang cerebral palsy. Dengan mengusung teknologi mutakhir, kursi roda ini memanfaatkan sensor jarak HC-SR04, kontroler Arduino dan ESP32 Bluetooth, serta integrasi dengan smartphone Android sebagai sistem kendalinya.

Prototipe ini menjadi solusi bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk bergerak lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Hendra Widodo, S.Kom., M.T., dosen yang memimpin penelitian ini, menjelaskan bahwa kursi roda ini menggunakan roda mecanum untuk memungkinkan pergerakan ke segala arah, termasuk maju, mundur, menyamping, dan diagonal. "Fleksibilitas ini sangat penting untuk memudahkan mobilitas di ruang terbatas, seperti ruang kelas atau koridor kampus," ujar Hendra.

 

 

Sistem kendali kursi roda ini didukung oleh sensor jarak HC-SR04, yang berfungsi untuk mendeteksi rintangan di sekitarnya, sehingga pengguna dapat bergerak dengan aman. Sementara itu, kontroler berbasis Arduino dan ESP32 Bluetooth memungkinkan kursi roda terhubung dengan aplikasi pada smartphone Android. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengendalikan arah gerak kursi roda hanya dengan sentuhan jari.

Prototipe ini telah dipresentasikan dalam kegiatan Visiting Lecture di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada 24-25 Juni 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi penelitian internasional antara UML dan UKM. Presentasi ini mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi di UKM, yang melihat potensi besar dari inovasi ini untuk mendukung inklusi di lingkungan pendidikan.

"Prototipe ini adalah langkah maju dalam penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Kami juga menjajaki kerja sama lebih lanjut untuk mengembangkan fitur tambahan, seperti sistem navigasi berbasis GPS dan perintah suara," tambah Hendra Widodo.

 

 

Ke depan, tim peneliti UML berharap prototipe ini dapat diproduksi secara massal dan menjadi solusi nyata bagi komunitas penyandang disabilitas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di masyarakat luas. Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan teknologi serupa di masa mendatang.

Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung, [Nama Rektor, jika ingin disebutkan], menyampaikan apresiasinya terhadap penelitian ini. "Karya ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat pemberdayaan yang konkret. Kami bangga dengan kontribusi Prodi Informatika dalam menghadirkan inovasi berbasis kemanusiaan," ungkapnya.

Dengan hadirnya "Smart Mecanum Chairwheels," Universitas Muhammadiyah Lampung terus membuktikan perannya sebagai pelopor dalam pengembangan teknologi yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.