Jumbotron-image

PUBLISHED

30/08/2025

BAGIKAN

Kembang Inovasi: Jam Tangan Sensor Suara untuk Penyandang Disabilitas Pendengaran Disosialisasikan di SLBN PKK Lampung

Bandar Lampung,  29 Agustus 2025 – SLBN PKK Provinsi Lampung yang berlokasi di Jl. H. Endro Suratmin, Sukarame, Kota Bandar Lampung, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan sosialisasi sekaligus uji coba jam tangan sensor suara bagi siswi penyandang disabilitas pendengaran. Kegiatan ini dihadiri oleh dewan guru, staf sekolah, serta Kepala Sekolah SLBN PKK, Linda Kurniasari, M.Pd, yang turut serta mencoba langsung penggunaan alat bersama dua siswi dengan hambatan pendengaran.

 

Alat inovatif ini bekerja dengan cara mendeteksi panggilan suara melalui sensor yang ditempatkan di topi dengan empat arah mata angin: depan, belakang, kanan, dan kiri. Jika ada suara yang memanggil nama pengguna, sensor akan mengirimkan sinyal ke jam tangan untuk menghasilkan getaran, sekaligus menunjukkan arah asal suara. Dengan sistem ini, siswa dengan hambatan pendengaran dapat merespons lingkungan sekitarnya secara lebih mandiri.

 

 

Inovasi tersebut merupakan hasil penelitian lintas disiplin dari Universitas Muhammadiyah Lampung (UML). Penelitian diketuai oleh Medi Yansyah, M.Pd. (dosen Pendidikan Matematika), dengan anggota tim yaitu Hendra Widodo, S.Kom., M.T. (dosen Informatika), Ratna Tri Utami, M.Pd. (dosen Pendidikan Luar Biasa/PLB), dan Tansri Adzlan Syah, M.Psi. (dosen Psikologi). Penelitian ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Penelitian Fundamental.

 

Kepala Sekolah SLBN PKK, Linda Kurniasari, M.Pd., menyambut baik adanya penelitian ini. Menurutnya, teknologi tersebut dapat menjadi solusi nyata dalam membantu komunikasi anak berkebutuhan khusus. “Alat ini bisa menjadi jembatan penting bagi anak-anak dengan hambatan pendengaran, sehingga mereka bisa lebih mandiri dan percaya diri, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

 

Dewan guru dan staf sekolah juga terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi, yang tidak hanya menampilkan uji coba langsung, tetapi juga memberikan pemahaman teknis mengenai penggunaan dan potensi pengembangan alat ke depannya.

 

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Lampung menunjukkan komitmen dalam menghadirkan penelitian yang berdampak nyata, menggabungkan ilmu informatika, pendidikan, psikologi, dan pendidikan khusus untuk menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.